Pembelajaran Daring pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia Kelas Rendah: Kajian Literatur
Keywords:
Pembelajaran daring, Bahasa Indonesia, Kelas rendah, Mahasiswa PGSD, Blended learningAbstract
Pembelajaran daring banyak dipakai di perguruan tinggi, termasuk pada mata kuliah Bahasa Indonesia untuk calon guru sekolah dasar kelas rendah. Artikel ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran daring pada mata kuliah tersebut, kendala yang muncul, dan cara mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis tematik terhadap tiga artikel penelitian tahun 2021–2023 dan beberapa teori pendukung. Hasil kajian menunjukkan empat hal. Pertama, kendala utama berupa kuota, jaringan, dan perangkat yang kurang memadai. Kedua, motivasi dan rasa tanggung jawab mahasiswa cenderung menurun. Ketiga, interaksi dosen dan mahasiswa kurang hidup, padahal mata kuliah ini menuntut latihan berbahasa dan simulasi mengajar. Keempat, penilaian mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran daring berbeda-beda. Pembelajaran campuran yang memadukan pertemuan daring dan tatap muka menjadi solusi yang paling sering disarankan. Dosen disarankan menyediakan materi ringan dan memberi umpan balik secara rutin kepada mahasiswa. Hasil ini belum dapat digeneralisasi. Kajian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lapangan berikutnya.
Downloads
References
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Chairunnisa, Masyhuri, A. A., & Aziz, A. A. (2021). Evaluasi mata kuliah Bahasa Indonesia melalui pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 112–115. https://doi.org/10.30743/bahastra.v6i1.4679
Gani, R. H. A., Ernawati, T., Supratmi, N., Wijaya, H., & Nurdin. (2023). Efektivitas pembelajaran daring mata kuliah MKU Bahasa Indonesia pada mahasiswa Universitas Hamzanwadi pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Evaluasi dan Pembelajaran, 5(1). https://doi.org/10.52647/jep.v5i1.75
Garrison, D. R., Anderson, T., & Archer, W. (2000). Critical inquiry in a text-based environment: Computer conferencing in higher education. The Internet and Higher Education, 2(2–3), 87–105.
Hodges, C., Moore, S., Lockee, B., Trust, T., & Bond, A. (2020, March 27). The difference between emergency remote teaching and online learning. EDUCAUSE Review. https://er.educause.edu/articles/2020/3/the-difference-between-emergency-remote-teaching-and-online-learning
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Jakarta: Kemendikbud.
Moore, M. G. (1993). Theory of transactional distance. In D. Keegan (Ed.), Theoretical principles of distance education (pp. 22–38). London: Routledge.
Widiyarti, G., Novita, D., & Sitepu, R. B. (2022). Analisis pembelajaran daring mata kuliah Bahasa Indonesia di kelas rendah pada mahasiswa PGSD FKIP Universitas Quality Medan. JGK (Jurnal Guru Kita), 6(3), 413–416. https://doi.org/10.24114/jgk.v6i3.42123
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alinda Lailatunnikmah, Rifan Choirul Muna, Ludfi Nur Fatimah, Luncana Faridhoh Sasmito (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










