Peran Shadow Teacher dalam Pembelajaran Siswa ADHD di SD Kreatif Muhammadiyah 2 Bontang
Keywords:
Shadow teacher, ADHD, Pendidikan inklusif, sekolah dasar, Pendampingan belajarAbstract
Siswa dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) memerlukan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan perhatian, perilaku, dan partisipasi belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran serta kendala shadow teacher dalam pembelajaran siswa ADHD di SD Kreatif Muhammadiyah 2 Bontang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada dua siswa kelas IV. Informan dipilih secara purposif, mencakup shadow teacher, guru kelas, kepala sekolah, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat peran: pendampingan akademik, pengembangan kemandirian, penghubung komunikasi, dan pendampingan sosial emosional. Kendala meliputi keterbatasan kompetensi, pengelolaan emosi, ekspektasi orang tua, keterbatasan pelatihan, ketidakseimbangan jumlah pendamping dan siswa, serta ketidakjelasan pembagian tugas. Temuan menegaskan perlunya pendampingan adaptif yang didukung pelatihan berkelanjutan, koordinasi sekolah dengan keluarga, serta pembagian tanggung jawab yang jelas dalam pembelajaran inklusif.
Downloads
References
Azmi, S. S. U., & Nurmaya, T. E. (2020). Peran guru pendamping khusus dalam pembelajaran terhadap perilaku inatensi pada anak ADHD di SD Budi Mulia Dua Panjen Yogyakarta. SALIHA: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 3(1), 60–77. https://doi.org/10.54396/saliha.v3i1.37
Barkley, R. A. (Ed.). (2015). Attention-deficit hyperactivity disorder: A handbook for diagnosis and treatment (4th ed.). Guilford Press.
Dewi, L., Mariani, N. M. L., Pratiwi, J. T., & Anugrahana, A. (2025). Peran dan tantangan shadow teacher dalam mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 219–232. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.26723
DuPaul, G. J., & Stoner, G. (2014). ADHD in the schools: Assessment and intervention strategies (3rd ed.). Guilford Press.
Fakhri, M. (2021). Mengenal karakteristik anak ADHD (Attention Defisit Hiperaktif Disorder). Sanabil.
Florian, L., & Black-Hawkins, K. (2011). Exploring inclusive pedagogy. British Educational Research Journal, 37(5), 813–828. https://doi.org/10.1080/01411926.2010.501096
Giangreco, M. F., Suter, J. C., & Doyle, M. B. (2010). Paraprofessionals in inclusive schools: A review of recent research. Journal of Educational and Psychological Consultation, 20(1), 41–57. https://doi.org/10.1080/10474410903535356
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahan: Edisi penyempurnaan. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Marwiyati, S., & Kinasih, A. S. (2022). Shadow teacher dalam proses pembelajaran anak usia dini di lembaga Raudlatul Athfal. Journal of Early Childhood and Character Education, 2(1), 29–46. https://doi.org/10.21580/joecce.v2i1.10674
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyati, R. (2023). Upaya guru dalam menangani anak Attention Defisit Hiperactivity Disorder. PERNIK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 60–69.
Puspita, D. (2024). Peran guru pendamping dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di TK Islamic Center Samarinda [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda].
Sheridan, S. M., Bovaird, J. A., Glover, T. A., Garbacz, S. A., Witte, A., & Kwon, K. (2012). A randomized trial examining the effects of conjoint behavioral consultation and the mediating role of the parent–teacher relationship. School Psychology Review, 41(1), 23–46.
Sholihah, N., & Istikomah. (2025). Peran shadow teacher dalam mendampingi siswa inklusi di sekolah dasar. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(3), 2848–2855. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i3.7291
Smith, J. D. (2012). Sekolah inklusif: Konsep dan penerapan pembelajaran. Nuansa Cendekia.
Sugiyono. (2009). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.
Supena, A., & Kusmawati, A. P. (2022). Identification of student with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD): Experiences of primary school teacher’s assessment in inclusive school. Journal of Social Studies Education Research, 13(2), 55–82. https://jsser.org/index.php/jsser/article/view/3985
Tong, A., Sainsbury, P., & Craig, J. (2007). Consolidated criteria for reporting qualitative research (COREQ): A 32-item checklist for interviews and focus groups. International Journal for Quality in Health Care, 19(6), 349–357. https://doi.org/10.1093/intqhc/mzm042
UNESCO. (2020). Global education monitoring report 2020: Inclusion and education: All means all. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000373718
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hanifa Melisa Hidayati, Lina Revilla, Arsinah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










