MEMBANGUN LINGKUNGAN BELAJAR YANG INKLUSIF MELIPUTI SARANA, PRASARANA, DAN TENAGA PENDIDIK YANG MEMADAI
Keywords:
pendidikan inklusif, lingkungan belajar, sarana prasarana, tenaga pendidik, sekolah inklusifAbstract
Pendidikan inklusif merupakan pendekatan Pendidikan yang menjamin hak belajar seluruh peserta didik tanpa deskriminasi, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Lingkungan belajar inklusif tidak hanya menekankan penerimaan keberagaman, tetapi juga kesiapan sistem Pendidikan dalam menyediakan sarana, prasarana, serta tenaga pendidik yang kompeten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pembangunan lingkungan belajar inklusif melalui optimalisasi fasilitas Pendidikan dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan Pendidikan inklisif dipengaruhi oleh aksesebilitas fasilitas sekolah, adaptasi media pembelajaran, kompetensi pedagogik guru, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan Masyarakat. Lingkungan belajar inklusif terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa, mengembangkan empati social, serta meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh.
Downloads
References
Booth, T., & Ainscow, M. (2002). Index for inclusion: Developing learning and participation in schools. Bristol: Centre for Studies on Inclusive Education.
Budiyanto. (2017). Pengantar pendidikan inklusif berbasis budaya lokal. Jakarta: Kencana.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Florian, L. (2014). What counts as evidence of inclusive education? European Journal of Special Needs Education, 29(3), 286–294.
Garnida, D. (2015). Pengantar pendidikan inklusif. Bandung: Refika Aditama.
Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif. Jakarta: Kemendiknas.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.
UNESCO. (1994). The Salamanca statement and framework for action on special needs education. Paris: UNESCO.
Ainscow, M. (2020). Promoting inclusion and equity in education. Nordic Journal of Studies in Educational Policy, 6(1), 7–16.
Friend, M., & Bursuck, W. (2019). Including students with special needs: A practical guide for classroom teachers. Boston: Pearson.
Slee, R. (2018). Inclusive education isn’t dead, it just smells funny. London: Routledge.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Meyla Yessi Puspita, Vaneza Yuanita Septyani, Rahmah Muharomah, Luncana Faridhoh Sasmito (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










